Belibis.com – Awal tahun sering jadi momen “pintu terbuka” di bursa kerja: target baru, tim baru, dan posisi baru. Tapi headhunter tidak punya waktu membaca profil yang bertele-tele. Mereka mencari cepat: kata kunci tepat, bukti hasil kerja, dan portofolio yang rapi.
Karena itu, update LinkedIn bukan soal “mempercantik”, melainkan membuat Anda mudah ditemukan dan meyakinkan dalam 15 detik pertama.Artikel ini membahas langkah praktis untuk merapikan LinkedIn dan portofolio menjelang awal tahun: mulai dari headline, About, Experience, hingga cara menampilkan proyek tanpa terlihat pamer. Targetnya satu: ketika headhunter membuka profil Anda, mereka langsung paham Anda siapa, kuatnya di mana, dan bukti kerjanya apa.
- 1) Mulai dari “3 Detik Pertama”: Foto, Banner, dan Headline
- 2) Rapikan “About”: Pitch Singkat, Padat, dan Terukur
- 3) Experience: Ubah Daftar Tugas Menjadi Bukti Dampak
- 4) Skills, Endorsement, dan Recommendation: Ini “Bukti Sosial” yang Sering Dilupakan
- 5) Featured & Portofolio: Tunjukkan Karya Terbaik, Bukan Semua Karya
- 6) Pastikan LinkedIn dan CV Sinkron
- 7) Aktivitas yang “Minimal Tapi Nendang”: 2 Minggu Pertama Tahun
- Checklist 30 Menit (Kalau Anda Mau Cepat Beres Hari Ini)
1) Mulai dari “3 Detik Pertama”: Foto, Banner, dan Headline
Foto profil: profesional, jelas, dan natural
- Gunakan foto yang terang, wajah terlihat jelas, latar sederhana, dan ekspresi ramah.
- Hindari filter berlebihan atau foto yang terlalu jauh.
- Jika bidang Anda kreatif, boleh sedikit “berkarakter”, tapi tetap rapi.
Banner: bukan hiasan, tapi papan iklan diri
Banner bisa berisi spesialisasi (misal “Data • Dashboard • Insights”), portofolio/website, atau highlight industri.
Anggap ini sebagai “judul besar” yang menguatkan posisi Anda.
Headline: jangan cuma jabatan—isi dengan kata kunci + nilai
LinkedIn sendiri menekankan headline tidak harus sekadar job title. Headhunter juga mengandalkan kata kunci agar profil Anda muncul di pencarian.
Buat headline yang bisa dicari dan bisa dipahami.
Formula aman: Jabatan Target + Skill Utama + Industri/Domain + Nilai (hasil)
Contoh headline (tinggal sesuaikan):
- Data Analyst | SQL • Python • Power BI | Business Insights untuk Retail & FMCG
- Digital Marketer | Meta Ads • Google Ads • CRO | Scale Leads untuk UMKM & Startup
- Customer Support Lead | SOP • Quality • CRM | Meningkatkan CSAT & Retention
- Backend Engineer | Node.js • PostgreSQL • AWS | Build API yang scalable
- Content Writer | SEO • Tech Writing • Copywriting | Konten yang ranking & konversi
Catatan penting: hindari “keyword stuffing” (menjejalkan daftar skill tanpa konteks). Lebih baik 3–5 kata kunci paling relevan,
lalu perkuat dengan bukti di Experience dan portofolio.
2) Rapikan “About”: Pitch Singkat, Padat, dan Terukur
Banyak About section gagal karena terlalu umum: “pekerja keras, cepat belajar, suka tantangan.” Headhunter butuh info konkret.
Tulis About seperti pitch 8–12 baris yang menjawab:
Anda spesialis apa, problem apa yang biasa Anda selesaikan, buktinya apa, dan Anda sedang mencari role apa.
Template About yang gampang dipakai
1 kalimat pembuka: Saya [role] yang fokus pada [domain/problem].
2–3 bukti: Pencapaian/hasil (pakai angka bila bisa).
Tools/skills: 5 kata kunci utama yang relevan.
Target role: Saat ini terbuka untuk [role] di [lokasi/remote].
CTA: Kontak/portofolio: [link].
Kalau Anda sedang aktif mencari kerja, gunakan pengaturan “Open to Work” dengan jabatan yang spesifik dan lokasi yang Anda incar.
LinkedIn memungkinkan Anda memilih beberapa lokasi yang bersedia Anda pertimbangkan.
3) Experience: Ubah Daftar Tugas Menjadi Bukti Dampak
Bagian Experience sering jadi “kuburan bullet” berisi jobdesc. Ubah pola menulisnya: hasil dulu, baru cara.
Idealnya, tiap role punya 3–6 bullet yang menonjolkan:
- Outcome: apa yang membaik (revenue, lead, efisiensi, kualitas, waktu, kepuasan).
- Scale: angka, volume, timeline, jumlah user/klien, budget.
- Method: strategi, tools, framework yang dipakai.
Contoh bullet yang “headhunter-friendly”:
- Menaikkan conversion rate landing page dari 1,8% ke 3,1% dalam 6 minggu melalui A/B testing dan perbaikan copy.
- Mengurangi waktu respon CS dari 18 menit ke 7 menit dengan SOP, template jawaban, dan routing tiket di CRM.
- Membangun dashboard KPI mingguan (Power BI) untuk 6 tim, mengurangi waktu reporting manual hingga 70%.
4) Skills, Endorsement, dan Recommendation: Ini “Bukti Sosial” yang Sering Dilupakan
Headhunter mencari kandidat dengan kata kunci: jabatan, skill, industri, lokasi. Karena itu, pastikan skill utama Anda muncul
di headline, About, Experience, dan terutama di daftar Skills.
Checklist cepat bagian Skills
- Pastikan 10–20 skill paling relevan terisi (fokus kualitas, bukan sebanyak-banyaknya).
- Letakkan 3 skill utama di posisi teratas (yang paling dicari untuk role target).
- Minta endorsement dari rekan kerja yang benar-benar tahu kemampuan Anda.
Recommendation: minta yang spesifik, bukan pujian umum
Saat meminta recommendation, jangan minta “tolong rekomendasi ya”. Minta yang terarah:
proyek apa, kontribusi apa, hasilnya apa. Recommendation yang menyebut angka/impact akan lebih kuat dibanding yang sekadar “orangnya baik”.
5) Featured & Portofolio: Tunjukkan Karya Terbaik, Bukan Semua Karya
Portofolio yang baik itu bukan yang paling banyak, melainkan yang paling jelas. Prinsipnya: 3–5 proyek terbaik sudah cukup,
asalkan rapi dan menjelaskan proses.
Struktur portofolio yang disukai headhunter
- Context: proyek ini untuk siapa dan problem apa.
- Role Anda: kontribusi nyata (bukan “tim kami”).
- Process: langkah kerja singkat (riset → eksekusi → evaluasi).
- Result: metrik, testimoni, atau output yang bisa dicek.
- Link/attachment: demo, case study PDF, GitHub, Behance, atau Notion.
Gunakan bagian Featured untuk menampilkan link portofolio, tulisan terbaik, presentasi, atau case study yang paling “menjual”.
Anggap Featured sebagai etalase: kalau headhunter cuma klik satu hal, Anda ingin mereka klik yang mana?
6) Pastikan LinkedIn dan CV Sinkron
Satu kesalahan yang sering terjadi: LinkedIn bilang A, CV bilang B. Judul jabatan, timeline, dan pencapaian harus konsisten.
Jika Anda perlu cepat membuat versi CV dari LinkedIn, LinkedIn menyediakan fitur menyimpan profil sebagai PDF, dan juga opsi Resume Builder.
Namun tetap cek ulang hasilnya: format PDF dari LinkedIn biasanya perlu dirapikan lagi agar cocok untuk lamaran formal, terutama untuk posisi yang kompetitif.
7) Aktivitas yang “Minimal Tapi Nendang”: 2 Minggu Pertama Tahun
Anda tidak harus jadi kreator setiap hari. Tapi profil yang “hidup” biasanya lebih meyakinkan.
Cukup lakukan pola ringan:
- Minggu 1: perbaiki profil (headline, About, Experience, Skills, Featured).
- Minggu 2: posting 2 konten pendek: (1) insight kerja/hasil proyek, (2) pelajaran dari problem yang Anda selesaikan.
- Setiap 2–3 hari: komentar berkualitas di postingan industri (bukan “keren kak”).
Tujuannya sederhana: ketika headhunter membuka profil, mereka melihat Anda aktif, paham bidangnya, dan punya “suara” profesional.
Checklist 30 Menit (Kalau Anda Mau Cepat Beres Hari Ini)
- Ganti headline dengan formula: role + skill + domain + value.
- Tulis ulang About 8–12 baris, masukkan 2 bukti angka (kalau ada).
- Perbaiki 1 pengalaman kerja terakhir: ubah jobdesc menjadi impact.
- Rapikan Skills: top 3 skill paling dicari untuk role target.
- Tambahkan 1 link portofolio terbaik ke Featured.


