Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan inspiratif. Untuk rencana diet yang aman (terutama jika punya kondisi medis), sebaiknya konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Perjalanan Diet Turun 20 Kg: Dimulai dari Titik Balik
Perubahan Kushboo dikisahkan bermula pada masa pandemi 2020. Saat itu berat badannya disebut mencapai sekitar 93 kg. Dari sana, ia mulai membenahi rutinitas: lebih aktif bergerak, lebih sadar pola makan, dan lebih peduli pada kesehatan secara menyeluruh.
Alih-alih “diet kilat”, ia memilih proses bertahap yang realistis—yang pada akhirnya membawa hasil besar.
1) Rutin Olahraga: Bukan Cuma Kardio, Tapi Juga Latihan Kekuatan
Dalam perjalanannya, Kushboo disebut membangun kebiasaan olahraga yang konsisten. Ia melakukan kombinasi gerakan seperti yoga, plank, dan berbagai latihan untuk membentuk daya tahan.
Selain itu, ia menambahkan kebiasaan berjalan kaki hingga 10 ribu–15 ribu langkah setiap hari. Konsistensi ini jadi “mesin utama” penurunan berat badan—bukan tren olahraga sesaat.
Yang menarik, kisahnya juga menekankan pentingnya latihan beban atau strength training. Alasannya, otot membantu tubuh membakar kalori lebih efektif, bahkan saat sedang istirahat.
2) Pola Makan Seimbang: Fokus Whole Foods, Bukan Diet Ekstrem
Selain olahraga, Kushboo disebut menjaga pola makan yang lebih seimbang. Ia memilih makanan berbasis whole foods seperti:
- biji-bijian utuh,
- sayuran,
- protein tanpa lemak,
- serta lemak sehat.
Poin yang ditekankan: menghindari godaan “diet ketat” atau metode ekstrem demi hasil instan. Diet ekstrem justru bisa berdampak buruk pada metabolisme, energi, sampai suasana hati—terutama ketika usia bertambah.
Dalam jangka panjang, pola makan seimbang yang memenuhi kebutuhan gizi dinilai lebih masuk akal untuk mempertahankan hasil.
3) Kelola Stres: Karena Hormon Ikut Menentukan
Faktor lain yang sering terlupakan adalah stres dan kualitas tidur. Kisah Kushboo menyoroti bahwa perubahan hormon—termasuk hormon stres seperti kortisol—bisa memengaruhi berat badan.
Stres, kurang tidur, dan pola makan yang berantakan dapat membuat angka timbangan lebih sulit turun. Karena itu, manajemen stres jadi bagian dari “paket lengkap” gaya hidup sehat yang ia jalani.
Mitos Usia 50+: Benarkah Berat Badan Pasti Sulit Turun?
Keberhasilan Kushboo turut mematahkan anggapan bahwa perempuan usia 40–50-an mustahil menurunkan berat badan. Memang, metabolisme dan hormon berubah seiring bertambahnya usia.
Namun, perubahan itu bukan berarti tubuh berhenti membakar kalori. Yang sering jadi pemicu kenaikan berat badan adalah berkurangnya massa otot dan minim aktivitas fisik. Karena itu, latihan kekuatan dan asupan protein yang cukup kerap disarankan untuk membantu menjaga metabolisme tetap aktif.


