MIMPI BURUK PECINTA NGOPREK! Raspberry Pi Naik Harga Lagi, Kenaikan Sampai Rp 900 Ribuan!

Belibis.com – Komputer papan tunggal (Single Board Computer/SBC) yang selama ini dikenal sebagai platform komputasi murah, Raspberry Pi, kembali membuat geger komunitas teknologi. Perusahaan tersebut secara mengejutkan mengumumkan kenaikan harga untuk kedua kalinya dalam rentang waktu hanya dua bulan. Langkah ini terasa ironis, mengingat popularitas Raspberry Pi dibangun atas premis harga yang sangat terjangkau bagi para hobiis, pendidik, dan pengembang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kenaikan harga terbaru ini resmi menyasar hampir seluruh model kelas atas, meliputi Raspberry Pi 4, Raspberry Pi 5, serta seri Compute Module 4 dan Compute Module 5, khususnya untuk konfigurasi RAM 2 GB ke atas.

CEO Raspberry Pi, Eben Upton, menjelaskan bahwa lonjakan biaya komponen menjadi biang keladi utama penyesuaian harga ini. Dalam keterangannya, Upton menyebutkan bahwa harga beberapa komponen esensial telah melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam satu kuartal terakhir. Kenaikan drastis ini memaksa perusahaan untuk kembali membebankan biaya tambahan kepada konsumen, setelah sebelumnya juga melakukan penyesuaian pada Desember lalu.

Penyesuaian harga kali ini tergolong signifikan. Kenaikan dipatok mulai dari USD 10 untuk model dengan RAM 2 GB, USD 15 untuk varian 4 GB, USD 30 untuk versi 8 GB, dan yang paling terasa, USD 60 untuk konfigurasi tertinggi 16 GB (biasanya ditemukan pada Compute Module). Jika dikonversi ke Rupiah dengan asumsi kurs Rp 15.800 per USD, kenaikan harga ini setara dengan sekitar Rp 158.000 hingga hampir mencapai Rp 948.000.

Sebagai perbandingan, pada penyesuaian harga Desember sebelumnya, model yang sama sudah mengalami kenaikan sebesar USD 5 hingga USD 25, tergantung konfigurasi memori. Ini berarti, total lonjakan harga yang dialami konsumen dalam kurun waktu tiga bulan terakhir bisa mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah untuk model tertentu. Kenaikan harga berulang ini tentu sangat memukul segmen pengguna yang mengandalkan Pi untuk proyek Internet of Things (IoT) skala besar atau edukasi.

Meskipun demikian, tidak semua produk terdampak. Raspberry Pi 5 versi 1 GB yang baru diluncurkan dua bulan lalu, Raspberry Pi 4 varian 1 GB, dan model all-in-one Raspberry Pi 400 dilaporkan aman dari kenaikan harga. Produk generasi lawas yang masih beredar di pasaran, seperti Raspberry Pi 3 dan Raspberry Pi Zero, juga tidak mengalami perubahan harga. Upton menjelaskan bahwa stok memori LPDDR2 untuk produk-produk lama tersebut masih tersedia hingga beberapa tahun ke depan, sehingga biaya produksinya relatif stabil.

Upton memperkirakan tekanan biaya komponen, khususnya memori LPDDR4, masih akan berlanjut sepanjang tahun 2026. Ia berharap situasi ini hanya bersifat sementara dan menegaskan bahwa penyesuaian harga ini akan ditarik kembali ketika kondisi pasar semikonduktor dan memori kembali normal. Namun, bagi para pengembang dan komunitas maker, kenaikan yang berulang ini telah mengubah citra Raspberry Pi dari SBC super murah menjadi produk yang semakin mahal, berpotensi memengaruhi proyek-proyek yang sensitif terhadap anggaran.