Belibis.com – Mantan Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, meninggalkan pesan mendalam yang sarat makna nasionalisme saat berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Dalam rangkaian kunjungan kerja untuk menghadiri Zayed Award 2026, Megawati menekankan bahwa perjuangan untuk mewujudkan ‘Indonesia Sejati’ masih belum selesai dan harus terus dilanjutkan oleh seluruh elemen bangsa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan Megawati ke KBRI Abu Dhabi ini bukan sekadar formalitas. Ia menyempatkan diri meninjau langsung ruang pelayanan publik dan kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan Duta Besar Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam.

Dalam kunjungan tersebut, Megawati didampingi oleh sejumlah tokoh penting dari PDI Perjuangan, termasuk putranya, Ketua DPP M Prananda Prabowo; Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah; dan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Agama (non-aktif), Zuhairi Misrawi. Kehadiran para elite politik ini menggarisbawahi pentingnya agenda yang dibahas di tengah tugas kenegaraan di luar negeri.

Puncak dari kunjungan tersebut adalah saat Megawati mengisi buku tamu. Dia menuliskan pesan penting yang ditujukan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Diawali dengan seruan "MERDEKA," Megawati menyerukan agar bangsa Indonesia senantiasa memegang teguh keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran dalam proses pembangunan negara.

"Sebagai bangsa Indonesia kita selalu harus punya keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran dalam membangun negara kita tercinta," tulis Megawati. Ia kemudian menambahkan kalimat penutup yang menjadi sorotan utama, yakni: "Karena perjuangan kita memerdekaan Indonesia Sejati belum selesai." Pesan ini menyiratkan tugas berat yang masih menanti generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang adil dan merata.

Duta Besar Judha Nugraha, usai pertemuan, membenarkan bahwa diskusi dengan Megawati berfokus pada pentingnya sejarah dan peningkatan rasa nasionalisme di kalangan WNI yang berada di luar negeri. Menurut Dubes Judha, Megawati secara khusus mengingatkan bahwa seluruh WNI di manapun berada memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi terbaik demi mendukung proses pembangunan di Tanah Air.

Dubes Judha juga mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut menjadi momen berharga untuk mendengarkan langsung pengalaman Megawati saat memimpin bangsa. "Tentunya Ibu bercerita mengenai pengalaman beliau pada saat di pemerintahan, Ibu Megawati, dan juga menceritakan mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia sejak kemerdekaan hingga saat ini," jelas Judha. Ia menambahkan bahwa seluruh staf KBRI banyak belajar dari perspektif dan pengalaman kepemimpinan Presiden ke-5 RI tersebut, khususnya mengenai cara menghadapi tantangan kebangsaan dan geopolitik global.