belibis.com, Jakarta – Khaby Lame, kreator konten TikTok yang memegang rekor pengikut terbanyak di dunia, baru saja mencetak sejarah baru dalam dunia ekonomi digital. Ia resmi menjual mayoritas kepemilikan bisnisnya dalam sebuah transaksi monumental senilai US$ 975 juta, setara dengan Rp 16,35 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.770 per dolar AS). Transaksi ini dicatat sebagai bentuk monetisasi kekayaan intelektual (IP) kreator konten terbesar yang pernah ada.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut laporan Forbes, Selasa (3/2/2026), perusahaan yang diakuisisi adalah Step Distinctive Limited, entitas inti milik Khaby Lame yang didirikan khusus untuk mengelola seluruh aktivitas komersial dan hak kekayaan intelektual sang kreator. Pembelinya adalah Rich Sparkle Holdings, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan terdaftar di bursa saham Amerika Serikat dengan kode ANPA.US.

Akuisisi ini memberikan Rich Sparkle kendali penuh atas hak pengelolaan seluruh lini bisnis Khaby, termasuk kemitraan merek global, dukungan (endorsement), lisensi produk, dan usaha
e-commerce. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari model pemasaran influencer tradisional menuju model bisnis berbasis platform dan IP yang terstruktur secara korporat.

Hal paling menarik dari kesepakatan raksasa ini adalah posisi Khaby Lame setelah penjualan. Berdasarkan dokumen pengajuan publik kepada U.S Securities and Exchange Commission (SEC), Khaby Lame akan menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle. Pengendalian ini diperoleh melalui penerbitan 75.000.000 Saham Biasa milik Rich Sparkle, menjadikan sang kreator bukan hanya sebagai mitra strategis, tetapi juga sebagai salah satu arsitek utama dalam infrastruktur bisnis yang kini menaungi monetisasi akun TikTok-nya.

Kesuksesan finansial ini sangat kontras dengan latar belakang awal Khaby Lame. Sebelum menjadi ikon global, Khaby hanyalah seorang operator mesin CNC di sebuah pabrik di Chivasso, Italia. Kehidupannya berubah drastis setelah ia menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2020 akibat dampak pandemi Covid-19.

Ia kemudian memutuskan beralih menjadi kreator di TikTok pada Maret 2020. Popularitasnya meroket cepat berkat konten reaksinya yang khas, simpel, dan tanpa kata-kata. Khaby berhasil mencapai 100 juta pengikut pada Agustus 2021, dan kini memegang tahta sebagai orang yang paling banyak diikuti di platform tersebut. Berkat popularitasnya, ia menduduki peringkat ke-10 dalam daftar Top Creator Forbes 2025, dengan estimasi pendapatan tahunan mencapai US$ 20 juta (sekitar Rp 335,4 miliar) yang didominasi oleh kerja sama dengan merek-merek global.

Dari seorang pekerja pabrik yang di-PHK menjadi pemegang saham pengendali perusahaan bernilai triliunan rupiah, kisah Khaby Lame menjadi studi kasus sempurna tentang bagaimana ekonomi kreator mampu melahirkan kekayaan luar biasa dalam waktu singkat.