belibis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan bulan Februari 2026 dengan kejutan pahit. Setelah sempat dilanda gejolak hebat pada akhir Januari, pasar saham domestik kembali mengalami tekanan jual masif pada Senin (2/2/2026), dengan pelemahan yang sempat menyentuh level kritis 5%.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi tersebut langsung memicu respons dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah di SICC, Jawa Barat, Menkeu Purbaya menepis kekhawatiran bahwa anjloknya IHSG disebabkan oleh fundamental ekonomi yang rapuh. Sebaliknya, ia menilai tekanan pasar ini lebih dipicu oleh faktor non-ekonomi, khususnya terkait dinamika kepemimpinan di sektor keuangan.

Data dari RTI menunjukkan betapa dalamnya koreksi yang terjadi. Setelah dibuka pada level 8.306,18, IHSG langsung terperosok. Pada pukul 09.05 WIB, indeks sudah melemah 2,37% di posisi 8.132,36. Tekanan terus berlanjut hingga sesi siang, di mana IHSG sempat menyentuh level terendah 7.858,39, mencerminkan pelemahan harian yang signifikan mendekati 5,31%. Meskipun berhasil sedikit pulih, indeks menutup perdagangan sore di level 7.922,73.

Purbaya menjelaskan bahwa kegelisahan investor utamanya berasal dari kekosongan kepemimpinan definitif di pucuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu. Ini kan masih sementara kan, siapa ketua OJK-nya, mungkin masih menunggu ketidakpastian itu," ujar Purbaya merujuk pada pengunduran diri Ketua OJK sebelumnya, Mahendra Siregar, yang terjadi pada Jumat (30/6/2026).

Untuk mengatasi isu ketidakpastian ini, Menkeu Purbaya memastikan bahwa pemerintah segera bergerak cepat. Ia kini tengah menyiapkan Panitia Seleksi (Pansel) untuk mencari Ketua OJK definitif. Purbaya menjamin proses seleksi akan dilakukan secara terbuka, memberikan kesempatan bagi semua pihak yang kompeten untuk bersaing dalam memimpin lembaga regulator sektor keuangan tersebut.

Di tengah pelemahan harga saham, Purbaya justru memberikan saran kontroversial namun tegas kepada para investor: ini adalah momentum emas untuk berburu saham murah. Ia menekankan bahwa fundamental makroekonomi Indonesia tetap solid dan tidak ada perubahan signifikan yang mendasari kejatuhan harga saham.

"Tapi harusnya kalau saya sih, saya akan serok ke bawah (buy the dip), kenapa? Karena pondasi ekonominya masih bagus, nggak ada berubah, dan akan membaik terus ke depan," tegasnya.

Menkeu Purbaya mengingatkan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, usai bertemu dengan berbagai pejabat BEI dan OJK pada Sabtu (31/1/2026), Purbaya telah menyatakan bahwa pemerintah berupaya keras mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mendekati angka 6% pada tahun ini.

Dengan keyakinan penuh terhadap fundamental domestik, Purbaya meminta investor domestik dan asing untuk tidak lagi khawatir. Ia bahkan meyakini bahwa sentimen negatif yang terjadi di awal pekan ini bersifat temporer dan IHSG seharusnya akan kembali menguat dalam waktu dekat.

"Mereka akan lihat ke fundamental kan. Fundamental ekonominya bagus, saya perbaiki terus. Harusnya bursanya akan naik. Anda nggak usah khawatir," pungkasnya. (hal/hns)