Sebagian biaya ditopang dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji yang dikelola
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Rincian Angka BPIH dan Porsi yang Dibayar Jemaah
Berikut ringkasan besaran biaya haji yang ditetapkan untuk 1447 H/2026 M:
- Total BPIH per jemaah: Rp87.049.365
- Porsi dari nilai manfaat (BPKH): Rp33.215.558
- Biaya yang dibayar jemaah (Bipih): Rp54.193.806
Mekanismenya, calon jemaah haji reguler terlebih dahulu melakukan setoran awal saat pendaftaran.
Ketika mendekati tahun keberangkatan, jemaah akan melakukan pelunasan sesuai ketentuan BPIH pada tahun berjalan.
Apa Saja yang Masuk Komponen Biaya Haji?
Biaya haji mencakup berbagai kebutuhan layanan sejak keberangkatan dari Indonesia hingga rangkaian puncak ibadah di Tanah Suci.
Secara umum, komponen utamanya meliputi:
1) Penerbangan
Tiket pesawat pulang-pergi dari embarkasi di Indonesia menuju Arab Saudi.
2) Akomodasi dan konsumsi
Biaya penginapan selama di Makkah dan Madinah, termasuk penyediaan konsumsi untuk jemaah.
3) Transportasi lokal
Transportasi antarkota suci serta layanan transportasi selama puncak haji,
seperti pergerakan jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
4) Layanan di Arab Saudi
Termasuk fasilitas pendukung seperti layanan di area Masyair dan kebutuhan tenda di Mina.
5) Administrasi dan layanan di dalam negeri
Pemeriksaan kesehatan, dokumen perjalanan, manasik, serta operasional petugas.
Mengapa Biaya Haji Bisa Berubah Tiap Tahun?
Besaran BPIH dapat bergeser dari tahun ke tahun. Sejumlah faktor yang kerap memengaruhi antara lain
nilai tukar rupiah, harga avtur, kebijakan pemerintah Arab Saudi,
kondisi ekonomi global, hingga kualitas layanan yang dipilih untuk jemaah.
Catatan: Haji Reguler dan Haji Khusus Berbeda
Selain haji reguler yang diselenggarakan pemerintah, terdapat haji khusus (sering disebut “haji plus”)
yang dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Biayanya umumnya lebih tinggi karena menawarkan
masa tunggu lebih singkat serta fasilitas tambahan.
Bagi calon jemaah, memahami struktur biaya sejak awal dapat membantu perencanaan keuangan lebih rapi—mulai dari menabung,
menyiapkan pelunasan, hingga memperkirakan kebutuhan tambahan di luar biaya resmi.


