Belibis.com – Industri otomotif di Indonesia bukan sekadar penyedia kendaraan, namun telah menjelma menjadi salah satu pilar fundamental yang menopang stabilitas perekonomian nasional. Kontribusinya yang masif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan kemampuan menyerap tenaga kerja menjadikannya sektor strategis yang keberlanjutannya wajib dijaga.
Menurut data terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kontribusi sektor otomotif terhadap PDB tercatat mencapai 1,28 persen pada Triwulan III tahun 2025. Angka ini menempatkan industri kendaraan bermotor pada posisi keempat dalam sektor industri pengolahan, bersaing ketat setelah industri makanan dan minuman, kimia farmasi, serta elektronik.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan pentingnya peran ini dalam sambutannya di acara CNN Indonesia: Evolution Indonesia Forum di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Ali menekankan bahwa otomotif tidak hanya dilihat dari produk akhirnya, melainkan dari ekosistem luas yang melibatkannya.
“Dari sisi backward-forward industri, otomotif melibatkan rantai pasok yang sangat kompleks dan luas. Ini yang meyakini kita bahwa sektor ini sangat penting untuk kita jaga,” ujar Ali. Ia menambahkan bahwa industri otomotif kerap dijadikan simbol kemajuan teknologi dan kekuatan ekonomi sebuah negara.
Data dari Kementerian Perindustrian memperkuat klaim ini, menunjukkan bahwa industri otomotif merupakan sektor andalan dalam PDB manufaktur, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Total investasi yang telah tertanam di sektor ini diperkirakan mencapai angka fantastis, sekitar Rp 174 triliun.
Dampak investasi ini terasa langsung pada lapangan kerja. Secara langsung, industri kendaraan roda empat, roda dua, dan roda tiga telah menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja. Namun, angka tersebut hanyalah puncak gunung es. Jutaan pekerja lainnya terlibat secara tidak langsung di sepanjang rantai nilai otomotif, mulai dari perusahaan pemasok komponen (Tier 1 hingga Tier 3), sektor logistik, hingga jaringan penjualan, bengkel resmi, dan bengkel independen di seluruh pelosok negeri.
Dengan ekosistem yang begitu terintegrasi dan kontribusi ekonomi yang signifikan, menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan stabilitas dan percepatan ekonomi Indonesia di masa depan.


