Belibis.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya adaptivitas bagi lulusan Sekolah Rakyat (SR) dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Penekanan ini disampaikan dalam sesi Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat 2026 yang dihadiri oleh 166 Kepala Sekolah se-Indonesia di Jakarta. Menurut Wamensos, keberhasilan program SR diukur dari kemampuan siswanya untuk memutus rantai kemiskinan, baik melalui jalur profesional di dunia kerja maupun melalui akses pendidikan lanjutan ke jenjang perguruan tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Agus Jabo meminta para pengelola Sekolah Rakyat untuk tidak hanya fokus pada kurikulum dasar, tetapi juga harus mampu melakukan asesmen berkelanjutan terhadap perkembangan zaman. "Kita harus mempersiapkan anak-anak kita bahwa zaman selalu berubah, selalu berkembang. Sekolah Rakyat harus bisa mengasesmen perkembangan zaman sehingga kita bisa mempersiapkan betul apa yang bisa kita ketahui untuk anak-anak," ujarnya, menegaskan bahwa kesiapan mental dan keterampilan adaptif adalah kunci utama.

Tantangan yang dihadapi oleh Sekolah Rakyat dinilai sangat besar, mengingat latar belakang sosial ekonomi siswa yang cenderung lebih beragam dan rentan dibandingkan sekolah reguler. Kondisi ini menuntut Kepala Sekolah, tenaga pengajar, dan tenaga pendidik untuk merumuskan pola pendidikan yang lebih inovatif dan personal.

"Harus ada bentuk baru, pola baru yang berkualitas, plus plus, yang berbeda dari sekolah reguler," jelasnya. Model pendidikan ‘plus-plus’ ini diartikan sebagai kurikulum yang diperkaya dengan keterampilan spesifik, literasi digital, dan pembentukan karakter tangguh, memastikan siswa benar-benar siap dan unggul saat lulus dari Sekolah Menengah Atas, bukan hanya sekadar memenuhi syarat kelulusan.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pilar pendidikan di Sekolah Rakyat yang telah berjuang menjadi ujung tombak pemutusan kemiskinan struktural. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang berpuas diri. Kompleksitas tantangan global, ditambah dengan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, menjadikan upaya maksimal dalam pengelolaan sekolah sebagai keharusan.

Wamensos meyakini bahwa siswa yang dididik secara unggul akan menjadi pribadi yang tangguh, mampu mengangkat derajat diri dan keluarga. Oleh karena itu, ia mengimbau agar 166 Sekolah Rakyat tersebut segera melaksanakan evaluasi komprehensif bersama Kementerian Sosial sebagai pengampu program. Evaluasi yang dijadwalkan setiap enam bulan ini bertujuan untuk mendeteksi dini hambatan operasional, mencari solusi strategis, dan memastikan bahwa implementasi program Sekolah Rakyat benar-benar berjalan maksimal sesuai target pengentasan kemiskinan nasional.