Belibis.com – Indonesia dikenal sebagai wilayah yang rawan bencana, termasuk gempa bumi. Hari ini, Selasa (27/1), sejumlah wilayah di Tanah Air kembali diguncang gempa dengan magnitudo yang bervariasi, menyoroti pentingnya kewaspadaan dan doa memohon perlindungan bagi umat Muslim.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4,5 sempat mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pukul 13.15 WIB, yang disusul oleh gempa-gempa susulan. Selain itu, BMKG juga mencatat gempa M 4,2 berpusat 61 km selatan Cilacap, Jawa Tengah. Getaran juga dirasakan di beberapa titik di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Maluku Utara (Malut).
Gempa bumi, sebagai fenomena alam, telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, menegaskan bahwa bencana merupakan bagian dari ketetapan Ilahi. Salah satunya tertuang dalam surah Al-A’raf ayat 91:
فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ
Artinya: "Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka."
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan kepada Allah SWT, berikut adalah kumpulan doa yang dianjurkan untuk dibaca saat terjadi gempa bumi, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber seperti kitab Al Adzkar Imam Nawawi dan hadits-hadits shahih:
Kumpulan Doa Ketika Terjadi Gempa Bumi
1. Doa Memohon Perlindungan dari Bahaya Gempa (HR An Nasa’i)
Doa ini fokus pada permohonan kebaikan dari kejadian yang menimpa dan perlindungan dari segala keburukannya.
Bacaan Arab:
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ
Transliterasi:
Allaahumma innii asaluka khairaha wa khaira maa fîhaa, wa khaira maa arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihaa, wa syarri maa fîhaa wa syarri maa arsalta bihi.
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepadaMu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."
2. Doa Keselamatan dari Musibah (HR Muslim)
Saat ditimpa musibah, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca istirja’ dan memohon ganti yang lebih baik.
Bacaan Arab:
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه
Transliterasi:
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khairan minha
Artinya:
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik."
3. Doa Memohon Keselamatan yang Dibaca Nabi Nuh AS
Doa ini tercantum dalam surah Hud ayat 47, diamalkan Nabi Nuh AS saat menghadapi bencana, yang relevan dibaca ketika terjadi bencana alam.
Bacaan Arab:
رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Transliterasi:
Rabbi innī a’ūżu bika an as’alaka mā laisa lī bihī ‘ilm(un), wa illā tagfir lī wa tarḥamnī akum minal-khāsirīn
Artinya:
"Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepadaMu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi."
4. Doa Mohon Perlindungan Komprehensif
Doa ini merupakan permohonan perlindungan secara menyeluruh dari segala arah, termasuk bahaya yang datang dari bawah (seperti gempa bumi).
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ومِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Transliterasi:
Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala tahtii.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi)."
Ayat-ayat Al-Qur’an tentang Guncangan Bumi
Selain doa, Al-Qur’an juga secara eksplisit menyebutkan peristiwa guncangan bumi, terutama yang berkaitan dengan hari akhir:
- Surah Al Zalzalah Ayat 1:
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ
(Artinya: "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.") - Surah An Nazi’at Ayat 6:
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
(Artinya: "(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).") - Surah Al Waqi’ah Ayat 4:
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
(Artinya: "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.")


